Rabu, 16 September 2009

53.YUM SUMARSONO BAPAK HELIKOPTER INDONESIA

Di awal kemerdekaan, ternyata Indonesia telah memiliki sosok pencetus lahirnya helicopter. Jika Igor Sikorsky dari Rusia yang kemudian terkenal di AS dan menjadi Bapak Helikopter AS, maka untuk Indonesia, tokoh ini patut dijuluki BAPAK HELIKOPTER INDONESIA. Uniknya lagi, tokoh kita ini merancang sendiri throttle collective device, alat pengganti lengannya yang putus agar tetap bisa mengemudikan helicopter.
Nama lengkapnya Yum Soemersono. Lahir di Soko, Purworejo pada tanggal 10 april 1916. Yum adalah anak desa yang mulai tertarik dengan pesawat ketika sering melihat burung besi itu lalu-lalang di lapangan Terbang Tidar, Magelang. Yum soemarsono pernah bekerja di sebuahpabrik gula dan kemudian masuk Angkatan Darat dengan pangkat kapten.
Dengan pengetahuan aerodinamika seadanya karena saat itu di Indonesia, negara yang baru merdeka, masih minim akan teknologi penerbangan, Yum dan teman-temannya merancang helicopter pertamanya, RI-H pada tahun 1948 dengan mesin BMW. Belum sempat diterbangkan, helicopter ini sudah dihancurkan oleh pesawat pembom Belanda, P-40 Warhawk yang menganggap alat ini cukup berbahaya di daerah pembuatannya, di sekitar Gunung lawu, jawa Timur.
Tidak putus asa, pada tahun 1950, ia dan para personil Angkatan Udara kala itu menguji coba helikopternya yang kedua di lapangan Terbang Sekip , Yogyakarta. Helikopter yang diberi kode YSH ( Yum, Soeharto, hatmojoyo) itu sukses melayang setinggi 10 cm. Sayangnya YSH mengalami kerusakan akibat jatuh dari truk yang mengangkutnya ke lapangan Kalijati, Yogyakarta.
Yum selesai merancang helikopter ke-3 yang diberi nama Soemarkopter pada tahun 1954. Soemarkopter berhasil terbang setinggi kurang lebih 3 meter dan sejauh 50 meter. Saat itu Leonard Parish, instruktur Hiller Helikopter Amerika Serikat yang berkunjung ke Indonesia terkagum-kagum melihat helicopter rancangan Yum yang telah menggunakan sayap ekor padahal di Amerika padahal di Amerika sendiri sayap ekor masih dalam tahap uji coba. Parish bahkan menawarkan diri sebagai pilot uji coba. Kiranya pengetahuan ini diperoleh dari keajaman intuisi Yum dibantu sedikit teori dari stensilan karangan Ir. Oyen tahun 1940 dandan gambar dari majalah Popular Science bekas pada tahun 1930. Ini sebuah prestasi yang luar biasa untuk negara seukuran Indonesia saat itu.
Berkat prestasi ini pada tahun 1951 Yum diberi kesempatan belajar terbang pada Wiweko Soepono, lulusan pertama Hiller Helicopter, Palo Alto dan diangkat menjadi Kepala Seksi Bengkel husein Sastranegara. Setelah itu Yum belajar terbang di California, AS.
Kecelakaan menimpa Yum pada uji coba helikopternya yang ke-4 tanggal 23??? Maret 1964. Saat itu salah satu balinh-baling helikopternya terlepas da terlempar memutus lengan kirinya. Seorang asistennya bernama Dali bahkan meninggal.
Lengan kiri yang putus tidak membuat Yum berhenti terbang. Ia merancang throttle collective device, alat pengganti lengan kirinya agar tetap bisa menerbangkan helikopter. Alat ini adalah alat satu-satunya di dunia yang dibuat dan digunakan oleh Yum untuk menerbangkan heli Bell 47J2A dan 47G.
Yum sempat menjadi pilot helikopter pribadi Presiden Soekarno pada tahun 1963 namun menolak pemberian rumah, tanah dan kendaraan dari sang Presiden sewaktu lengannya putus. Dari tahun 1965 sdampai tahun 1972 Yum bekerja sebagai pilot penyemprot hama tebu dan kelapa. Ketika berhasil memperbaiki dan menerbangkan kembali helikopter Bell 47J2A yang kemudian diberi nama Si wallet, nama Yum kembali dikenal publik. Pada bulan juni 1990 Yum diundang ke Paris untuk mendemonstrasikan throttle collective device alias lengan buatannya itu untuk menerbangkan helicopter Bell 47G.
Yum Soemarsono, perancang dan pilot helikopter sejati yang pantas dijuluki BAPAK HELIKOPTER INDONESIA yang pernah menjual cincin kawin istrinya untuk membiayai helicopter pertamanya, RI-H ini meninggal pada tanggal 5 maret 1999.
Kepik- Lanud Husein Sastranegara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar